Bertepatan dengan pertemuan mahasiswa baru Pasca di Baruga A.P Pettarani, yang pagi ini terlupakan olehku. Jam dinding menunjukkan pukul 9.00 barulah aku beranjak 'tuk mandi. Lagi-lagi pesona berita kecelakaan maut Bus Giri Indah pada acara 8-11 MetroTv menghentikan langkahku, "ah sebentar saja, toh hari ini aktivitas kampus tidak sepadat tiga hari terakhir yang memaksaku harus meninggalkan rumah jam 7 teng, tapi hari ini telat sebentar sepertinya tidak masalah," begitu pikirku.
Ting, ting, ting,,,,, fokusku pada layar tv beralih ke hp yang menandakan ada new message, dan deg,,, from my big boss. Actually bukan message from boss yang membuyarkan semangat menatap layar tv, but content of the message. Pokoknya intinya apa yang diminta terlupa di list pekerjaanku minggu ini,,, jadilah dengan semangat 45, kususuri jalanan beton persawahan di bawah terik matahari, dan walaupun jam masih menunjukkan pukul 10 sekian menit tapi teriknya mampu melunturkan kecantikan kulit, haha,,, (lebay dikit ga masalahlah,,,).
Sebenarnya inti ceritanya adalah,,,, " Thanks Ical ma Ari," anak kelas 5 SD dan adiknya yang dengan sigap hentikan motornya di sampingku lalu dengan senyum berkata, " Tante Tini, yuk Ical bonceng keluar, Ical mau jemput ade di sekolah",,, duh... gila anak kelas 5 SD udah berani motor-motoran di jalanan,,,, Ini ga bisa dibiarin, aku harus bisa... " Ical tenang aja, dalam tahun ini Tante Tini pasti bisa,,, Aamiin, AAmiin, Aamiin, (Harus Bisa).
Btw udahan ya, 07nya udah masuk kampus, ntar lagi turun angkot,,,
Harus saling mendukung ya,,,
Pendobrak semangat tu, datangnya bisa dari mana aja,,, Semangat :)
Blog ini memuat buah pikiran lepas dan menampilkan hal-hal terbaru. Semoga bisa membuka imajinasi, pemikiran, dan wawasan kita.
Agustus 22, 2013
Juli 29, 2013
Langkah yang tersekat
Katakan pada ilalang,
bahwa musim semi ini aku tak akan datang.
Karena kaki-kaki ini tersekap oleh kabut,,,
dalam penjara alam.
Walau melangkah aku mampu,
tapi sekatnya telah meresapi ragaku,
dan perlahan menapaki tangga hati,
dan enggan tuk kembali.
Kini senja berganti malam,
ditutupi irama rintik hujan yang menari,
memantulkan teriakan kelam.
Oh, sepi,,,, seperti apa lagi kabut kan mengikatku,,,
pintalah padanya,, biarkan kaki-kaki ini terlepas dari sekat yang meresapi,,,
karena di ujung jalan ini, masihkah sayapku mampu menggapainya?
Met Malam Guys,,,, Jangan biarkan kelam membunuh aktivitasmu ya,,,, :)
bahwa musim semi ini aku tak akan datang.
Karena kaki-kaki ini tersekap oleh kabut,,,
dalam penjara alam.
Walau melangkah aku mampu,
tapi sekatnya telah meresapi ragaku,
dan perlahan menapaki tangga hati,
dan enggan tuk kembali.
Kini senja berganti malam,
ditutupi irama rintik hujan yang menari,
memantulkan teriakan kelam.
Oh, sepi,,,, seperti apa lagi kabut kan mengikatku,,,
pintalah padanya,, biarkan kaki-kaki ini terlepas dari sekat yang meresapi,,,
karena di ujung jalan ini, masihkah sayapku mampu menggapainya?
Met Malam Guys,,,, Jangan biarkan kelam membunuh aktivitasmu ya,,,, :)
![]() |
| http://trekkers.files.wordpress.com/2008/07/fog_nandi_hills.jpg |
Langganan:
Postingan (Atom)
