April 26, 2013

Ini Bukan Sekedar Diam

Masalah ini harusnya tak perlu diceritakan, dunia tak akan peduli dengan masalahmu. Orang-orang hanya akan tertawa, menyindir, dan mencibir. Walaupun ada yang memuji, membela, atau sekedar mengiyakan, ini hanya selaput yang tampak di permukaan. Diam,,, kau hanya butuh diam, tidak perlu berceloteh menaruh bekas dalam ingatan.

Hidupmu adalah hidupmu. Masalah adalah teguran halus Tuhan untuk buatmu lebih tegar, itupun kalau kau mampu mengambil hikmahnya. Belajarnya dari ciptaan Tuhan lainnya... Jati akan menggugurkan daunnya di musim kemarau panjang, bukan karena dia telah mati, tapi ingin meringankan bebannya dalam kebutuhan akan air. Jati mampu berkorban, mengalah, dan biarkan orang mengira dia akan mati. Tapi yang terjadi setelahnya adalah Jati mampu menghasilkan daun yang segar setelah beban kemarau berlalu.

Kadang beginilah hidup,,, Mungkin diam adalah sikap terbaik. Tapi diam bukan sekedar diam bukan?
Image source (http://uv-blog.uio.no/wpmu/seyran/files/2011/10/silence_by_wickednox1.jpg)

April 15, 2013

Jalan ini tak sama lagi


Begitu banyak yang ingin kuberi,,,,
Kalaupun aku punya dunia, ingin kuberi padamu,,,
Betapapun aku melangkah, berlari, dan tersungkur,
aku akan tetap bahagia, Asalkan kau ada disini.

Walaupun tubuh ini bergelut dalam malam,
dan esoknya tetap menyongsong pagi,
aku akan tetap bahagia,,,, Asalkan kau ada disini.

Kurela korbankan segalanya,,,,,,,,,,,,,
Waktuku, masaku, dan semua kesenanganku,
Asalkan kau ada disini.

Hari ini naluriku tersentak lagi,,,,
dan lagi-lagi ini olehmu,,,
Andai kau ada disini.

Semua yang kumiliki saat ini,,,,
dan apapun yang akan kumiliki kelak,,,,
Kurasa kebahagiaan ini sudah tak sempurna lagi......

Peluhku yang menetes,,, 
Penglihatanku yang tak pernah menatap indahnya mentari terbenam,
Dan irama hidupku yang tidak teratur lagi,,,

Kau tahu,,,,,,,,,,,, ini tetap buatku bahagia,,,
Ini semua kulakukan untukmu,,,,

Untukmu yang tak pernah mampu lagi kupeluk,
berbisik tentang kisahku,
Kau yang tak mampu lagi kukecup,
Atau sekedar melihatmu tersenyum,,,,,

Tapi aku tetap bahagia, karena kulakukan semua ini untukmu,
Agar kau tahu aku bahagia, dan semua yang kau miliki bahagia,,,

Ibu,,,,, aku hanya ingin kau tahu, aku bahagia,
Sangat bahagia terlahir dari rahimmu,
Sangat bahagia terdidik dengan ocehanmu,
Dan baru kusadari betapa bahagianya aku menjadi anakmu,

"Jangan Pernah Membenci, Sesakit Apapun Kau Disakiti,
Jangan Pernah Membenci, Tetaplah Menjadi Seorang Pemaaf,
dan Berusahalah Menjadi Seorang Pemaaf, nak"

Ibu,,,,,, Sesakit apapun aku disakiti kelak,
aku akan selalu ingat petuahmu,
Maaf Ibu, bukan ingin memaafkan,
tapi aku tak ingin mengecewakanmu,,,,,,

Ibu,,,,
dalam sehari lebih lima kali aku ucapkan syukur PadaNya,
karena telah memilihku tumbuh dirahimmu,
Lebih lima kali sehari aku Doakan Engkau,
agar Dia Yang Maha Agung memilihmu tempati Surga tertinggiNya.

Dan tiap kebaikan kulakukan untukmu Ibu,
agar kau peroleh kekalnya kenikmatan,
Agar kau dikelilingi bidadari-bidadari surga.

Hanya ini yang mampu kulakukan untukmu Ibu,,,
Maafkan anakmu ini yang hanya mampu lakukan ini untukmu....

Maafkan aku Ibu,,,,,,
Terima kasih, terima kasih  untuk segalanya,,,,,,,

Terima Kasih Tuhan, Atas Anugerah Memberikan DIA Padaku.
Image Source (http://zebragarden.files.wordpress.com/2013/02/cropped-abstract-backgrounds-gallery-14528051.jpg)