Oktober 23, 2012

Untukmu Yang Bersemayam Disana

Aku menunggumu di tiap detik jam berdentang,
aku berharap di tiap penghujung malam,
aku berdoa untukmu yang bersemayam disana.

Sujudku yang dulu untukmu,
kecup pertama dan terakhirku untukmu,
kau hanya mampu diam,
namun kau begitu menawan.

Maafkan aku yang begitu lama melupakanmu,
hingga dia menyadarkanku betapa kau pernah hidup dan tumbuh dihatiku,
betapa kau adalah jiwaku.

Maafkan aku yang mampu melupakanmu, maaf...
Image source: http://www.snegidhi.com/images/wallpapers/3D-Art/Art_Nature.jpg

Kau tau,,,,
dia mampu membuatku menangis,
dia yang menyadarkanku dengan kisahnya,,,

Hatiku tetap untukmu,
jangan pernah buatku berpaling...

Untukmu Sang Pemilik Jagad,
jaga dia untukku,
dan tetap jaga hatiku untuknya.



Oktober 11, 2012

Catatan di Penghujung Malam (lagi)

Maaf bukan ini yang kumau,
tapi selalu ada yang harus dikorbankan,
biarlah rasa ini samapi di sini.
Kalaupun kan terpupuk,
biarlah hanya terkukung dalam sanubari.

Entahlah, mulai melepasmu serasa ada yang hilang.
Tapi aku harus bagaimana,,,,,
Biarlah berjalan apa adanya......
Kuyakin akan ada yang terbaik bagi hati yang merelakan.